Infertilitas

Home/Artikel/Infertilitas

Infertilitas

Infertilitas didefinisikan sebagai ketidakmampuan suatu pasangan suami istri untuk hamil dalam waktu 1 tahun dengan frekuensi hubungan seksual yang teratur (2-3 kaliseminggu), tanpa kontrasepsi. 85-90% pasangan muda yang sehat dan normal dapat hamil dalam 1 tahun. Dalam bahasa awam infertilitas juga dikenal sebagai gangguan kesuburan atau mandul. Secara medis infertilitas dibagi menjadi 2, yaitu: infertil primer dan infertil sekunder.Infertil primer adalah infertilitas yang terjadi pada wanita yang memang belum pernah hamil sedangkan infertil sekunderterjadi pada wanita yang sudah pernah hamil dan melahirkan sebelumnya.

 

Apa saja penyebab dari infertilitas?

Masih ada sebagian orang yang menyalahkan perempuan sebagai penyebab ketidakmampuan pasangan memiliki keturunan, padahal banyak faktor yang dapat mempengaruhi. Sebuah literatur menyebutkan bahwa faktor penyebab infertilitas pada suatu pasangan 35% disebabkan karena faktor suami, 55% karena faktor istri dan 10% tidak dapat dijelaskan. Pada wanita 40% disebabkan karena gangguan hormonal yang menyebabkan gangguan ovulasi (pelepasan sel telur), 40% karena faktor saluran telur (tuba) dan gangguan pada organ panggul, terutama disebabkan oleh endometriosis. Usia, gaya hidup, stress lingkungan, riwayat operasi kandungan juga merupakan faktor yang dapat mempengaruhi kesuburan.

Terjadinya kehamilan pada suatu pasangan normal merupakan suatu proses yang sangat kompleks, antara lain sebagai berikut:

  1. Sperma yang sehat harus berada di dekat mulut rahim (cervix) saat mendekati atau tepat pada peristiwa ovulasi (sel telur dilepaskan dari indung telur),
  2. Ovulasi sel telur yang matang terjadi secara teratur (reguler),
  3. Cervix dapat memfasilitasi sel-sel sperma menuju ke rongga rahim dan saluran telur (tuba),
  4. Rahim harus mampu menjadi tempat melekatnya embrio dan mendukung pertumbuhan dan perkembangan janin secara normal,
  5. Saluran telur (tuba) mampu menangkap sel telur yang dilepaskan dari indung telur, dan mampu mengangkut sperma dan embrio.

Jika salah satu faktor tersebut tidak normal, maka kehamilan normal/alami pada suatu pasangan akan sulit terjadi. Misalnya pada kasus endometriosis dapat menyebabkan terjadinya perlengketan pada saluran telur (tuba) sehingga fungsi menangkap sel telur serta transport sperma dan embrio terganggu.

Dalam sebuah literatur disebutkan bahwa di negara maju sebagian besar pasangan datang memeriksakan diri setelah 2 tahun tidak kunjung hamil, hal ini dapat menunjukkan bahwa pengetahuan dan kesadaran pasangan terhadap kemampuan fertilitasnya masih        rendah. Padahal semakin lama durasi infertilitasnya mengindikasikan semakin berat atau banyak gangguan yang terjadi pada pasangan tersebut.

Seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, beberapa metode dikembangkan untuk mengatasi infertilitas, mulai dari pemberian obat-obatan untuk merangsang produksi sel telur, tindakan laparoskopi untuk diagnosis dan koreksi endometriosis atau abnormalitas lain di rahim, saluran telur atau indung telur, hingga tindakan inseminasi/intrauterine insemination (IUI) atau bayi tabung (inVitro Fertilization (IVF) atau Intracytoplasmic Sperm Injection (ICSI)).

By | 2017-06-02T17:54:27+00:00 September 23rd, 2016|Artikel|Comments Off on Infertilitas

About the Author: