Kista Ovarium

Home/Artikel/Kista Ovarium

Kista Ovarium

Kista dalam terminologi kedokteran adalah sebuah tumor (benjolan abnormal) yang dibentuk oleh struktur dinding tipis di sisi luar dan sisi dalam berisi cairan, seperti sebuah balon yang berisi cairan di dalamnya. Kista ini dapat berlokasi dimanapun, tidak hanya di ovarium, seperti kista ginjal, kista hati, kista cerebral (di otak), dll.

Apakah ovarium? Ovarium atau sering disebut indung telur adalah sebuah organ pada wanita yang berisi sel telur, didapatkan 2 ovarium pada setiap wanita, kanan dan kiri. Setiap siklus, akibat stimulasi dari hormon yang ada di otak, melepaskan oosit atau telur yang matang yang biasa disebut ovulasi. Terjadinya ovulasi ini menandai masa subur sudah dimulai, telur yang lepas ini kemudian ditangkap oleh fimbriae (jari-jari di ujung tuba falopii) untuk kemudian dimasukkan ke dalam tuba, berjalan menuju ke rahim. Dalam perjalan ke rahim, apabila bertemu dengan sel sperma, akan terjadi kehamilan, kemudian menempel di endometrium pada sisi dalam rahim, dan akhirnya terjadi kehamilan. Apabila tidak ada sperma yang membuahi sel telur ini, karena tidak ada embrio yang mempertahankan hormon progesteron, endometrium di sisi dalam rahim yang tebal akan lepas secara normal dan siklus mentruasi dimulai.

Kista ovarium adalah sebuah bentukan kista yang berada di organ ovarium (indung telur). Kista ovarium bisa normal bisa abnormal.

Kista ovarium bisa berasal dari berbagai macam penyebab. Pada wanita yang masih menstruasi teratur, kista ovarium sering terjadi dari pertumbuhan folikel (kantong sel telur yang akan ovulasi) yang tidak pecah, kista seperti ini seringkali akan kembali normal tanpa perlu pengobatan. Selain kista dari folikel, pada wanita yang masih menstruasi kista ovarium seringkali dari organ jinak lain, seperti kista dermoid, ovarium polikistik, endometriosis dan infeksi panggul. Kemungkinan sebuah kista ovarium adalah sebuah tumor ganas (kanker) pada wanita premenopause (masih menstruasi) hanya sekitar 1%.

Pada wanita setelah menopause, pertumbuhan kista di ovarium lebih sering mengarah ke suatu tumor ganas (kanker). Apabila dirasa perlu, dokter akan melakukan pemeriksaan lebih lanjut untuk mendeteksi kemungkinan kanker ovarium pada pasien dengan kista ovarium.

Ukuran kista yang kecil seringkali adalah gambaran normal dari sel telur yang akan ovulasi dan berukuran sekitar 2-3 cm. Ukuran 3-6 cm seringkali juga tidak perlu dilakukan operasi apabila tidak ada keluhan, kecuali dicurigai kanker atau penyebabnya adalah endometriosis atau disebut juga kista coklat dan disertai keluhan infertilitas, maka perlu dilakukan operasi laparoskopi untuk mengambil kista dan melihat organ yang lain apakah ada perlekatan atau tidak, sembari membebaskan perlekatan apabila memungkinkan, dan mengambil atau mematikan endometriosis di tempat lain apabila memungkinkan. Terapi lain untuk kista ovarium ukuran kurang dari 7 cm dan bukan indikasi operasi adalah dengan menggunakan terapi hormonal, pada sebagian besar kasus, kista ovarium berukuran kecil ini akan makin kecil atau menghilang. Apabila tidak respon dengan terapi hormonal, maka sebaiknya juga dilakukan operasi.

Kista ovarium dengan ukuran lebih dari 7 cm seringkali membutuhkan terapi pembedahan bagaimanapun bentuk dan apakah wanita tersebut sudah menopause atau belum.

Keluhan pasien dengan kista ovarium berbagai macam, kebanyakan apabila ukuran kecil tidak ada keluhan. Seringkali keluhan akibat kista ovarium yang besar adalah karena desakan di organ sekitarnya, seperti desakan di kantung kencing, mengakibatkan kapasitas tampung kantung kecil mengecil sehingga lebih sering kencing. Keluhan penekanan organ lain di panggul seringkali memberi keluhan nyeri. Untuk kista akibat endometriosis (kista coklat), seringkali walaupun ukuran kecil sudah memberi keluhan khas endometriosis, seperti nyeri haid, nyeri apabila berhubungan seksual, dan infertilitas.

Untuk penanganan operatif, laparoskopi tetap mempunyai keuntungan yang jauh lebih baik dibanding laparotomi.

By | 2016-09-15T11:13:54+00:00 September 9th, 2016|Artikel|22 Comments

About the Author: