Laparoscopy

Home/Artikel/Laparoscopy

Laparoscopy

Laparoscopy, atau Laparoskopi (Bahasa Indonesia) adalah suatu metode operasi minimally invasive surgery (operasi akses minimal) pada rongga perut. Operasi ini adalah suatu pengembangan dari metode operasi laparotomi (operasi akses ke dalam perut dengan irisan lebar).

Pada operasi laparoskopi, irisan hanya minimal, sekitar 0,5-1 cm saja pada 3 atau 4 titik pada abdomen, dibandingkan operasi laparotomi yang membutuhkan irisan lebar. Seberapa lebar irisan yang dibutuhkan pada operasi laparotomi sangat bergantung kepada 2 hal, besarnya organ yang akan dioperasi, dan lokasi organ yang akan dioperasi. Apabila ukuran organ yang akan dikeluarkan besarnya 15 cm, maka sudah pasti besarnya irisan minimal adalah 15cm, tetapi terkadang walaupun organ yang akan dioperasi hanya sebesar 5 cm, tetapi lokasinya sulit untuk dilihat, maka dibutuhkan irisan besar supaya ahli bedah dapat melihat organ yang akan dioperasi.

Kerugian ini tidak terjadi dalam operasi laparoskopi, besarnya ukuran tumor yang akan diangkat maupun lokasi organ yang akan dioperasi tidak akan mempengaruhi besarnya irisan yang dilakukan pada perut, apabila visual kurang baik atau gambar kurang besar, dokter bedah hanya perlu mendekatkan kamera yang dimasukkan ke dalam perut.

Bagaimana cara seorang ahli laparoskopi mengeluarkan tumor berukuran 15 cm pada irisan yang hanya 1cm? Ahli laparoskopi akan menggunakan alat yang disebut morcellator, untuk memotong tumor yang akan dikeluarkan sehingga berukuran kecil-kecil sambil mengeluarkan dari tempat irisan tetap kecil. Ukuran morcelator ini bermacam-macam, terkadang dibutuhkan ukuran hingga 2cm untuk mengeluarkan tumor yang besar supaya lebih cepat, tetapi tetap irisan yang dilakukan sangat kecil apabila dibandingkan laparotomi.

Keuntungan laparoskopi tidak hanya disaat operasi saja, tetapi pasca operasi. Seperti kita ketahui, pasien pasca operasi mempunyai banyak keluhan, sebagian besar adalah nyeri. Darimanakah nyeri pada pasien pasca operasi itu timbul? Sebagian besar berasal dari besarnya irisan di kulit. Semakin besar irisan, semakin nyeri. Kulit juga merupakan organ yang mempertahankan tubuh dari paparan kuman, semakin besar luka, semakin besar paparan kuman yang mungkin terjadi, sehingga berbagai penelitian mengatakan bahwa operasi laparoskopi juga menurunkan kejadian infeksi pasca operasi.

Berapa lama pasien harus istirahat pasca operasi juga sangat bergantung dengan operasi yang dilakukan, nyeri yang dialami dan cepatnya pasien dapat kembali mobilisasi. Semakin kecil irisan yang dilakukan, semakin cepat pula pemulihan, semakin sedikit obat anti nyeri yang diberikan, semakin cepat pasien dapat kembali produksi bekerja atau melakukan fungsinya sehari-hari.

Dalam sisi estetika, sudah jelas bahwa bekas luka kecil jauh lebih baik dibanding bekas luka besar. Sehingga estetika juga lebih unggul pada operasi laparoskopi.

By | 2016-09-15T11:14:26+00:00 September 15th, 2016|Artikel|1,853 Comments

About the Author: