Myoma Uteri

Home/Artikel/Myoma Uteri

Myoma Uteri

Apakah itu myoma uteri?

Myoma uteri (leiomyoma) adalah tumor jinak yang berasal dari sel-sel otot polos dinding rahim. Myoma uteri dapat terdeteksi melalui pemeriksaan ultrasonografi (USG) baik melalui perut maupun vagina. Pemeriksaan Magnetric Resonance Imaging (MRI) memiliki tingkat akurasi yang lebih tinggi untuk mendeteksi kelainan ini. Meskipun sebagian besar myoma uteri adalah tumor jinak, tetapi harus diwaspadai bahwa <1% adalah ganas (leiomyosarkoma).

 

Apa gejala yang ditimbulkan oleh myoma ini?

Myoma ini sering menimbulkan keluhan gangguan haid, terutama haid banyak, beberapa mengeluh nyeri haid, dan pembesaran pada perut wanita, rasa tidak nyaman pada perut, dan beberapa dapat menyebabkan gangguan kesuburan (infertilitas), jika ukuran myoma cukup besar dapat menyebabkan penekanan pada organ sekitar panggul, antara lain usus (menyebabkan gangguan buang air besar/obstipasi), kendung kemih (menyebabkan gangguan buang air kecil), saluran ginjal (menyebabkan pembengkakan ginjal/hidronefrosis).

Pada kehamilan dengan myoma, dapat meningkatkan resiko keguguran (abortus), kelainan letak janin dan persalinan prematur.

 

Penyebab Penyakit Myoma Uteri

Penyebab pasti dari myoma ini masih belum diketahui, beberapa faktor yang diduga kuat sebagai penyebab myoma ini adalah:

  • Faktor genetik (riwayat keluarga yang mempunyai penyakit mioma uteri), dalam sebuah studi menyebutkan bahwa wanita dengan myoma uteri multipel (lebih dari satu tumor yang tumbuh pada rahim), keturunannya berisiko 2,5 kali lebih besar mengalami myoma dibandingkan wanita normal.
  • Faktor hormon, dalam sebuah penelitian myoma akan tumbuh pada saat usia reproduktif, dimana pada saat ini hormon estrogen bekerja dengan aktif, dan akan mengecil saat menopause. Demikian juga pada saat hamil, myoma cenderung membesar.
  • Gaya hidup yang tidak sehat, obesitas dan stress

 

Bagaimana penatalaksanaan myoma uteri?

Terapi myoma ada 2 macam, yaitu konservatif dangan obat-obatan dan operasi.

Terpi myoma dengan obat-obatan bersifat sementara, bertujuan untuk mengecilkan ukuran myoma dan mengurangi gejala melalui mekanisme menurunkan kadar estrogen didalam tubuh, terapi konservatif ini jika dilakukan dalam waktu lama dinilai kurang efisien karena biaya yang diperlukan cukup mahal dan efek samping yang ditimbulkan cukup besar. Terapi ini tidak direkomendasikan untuk kasus myoma uteri dengan gangguan kesuburan (infertilitas)

Operasi pada kasus myoma ini ada 2 macam, yaitu pengangkatan tumor saja (myomektomi) dan pengangkatan seluruh rahim (histerektomi). Pada kasus wanita muda yang masih ingin mempertahankan fungsi reproduksinya, prosedur myomektomi adalah pilihan utama, jika wanita tersebut sudah tidak memerlukan fungsi reproduksinya, histerektomi adalah pilihan yang terbaik. Baik myomektomi atau histerektomi, keduanya dapat dilakukan melalui tindakan minimal invasif (laparoskopi) untuk meminimalisir resiko perlekatan pasca operasi.

 

Jika telah dilakukan operasi apakah myoma dapat muncul kembali?

Jika prosedur operasi yang dilakukan adalah myomektomi saja, maka jawabannya adalah “ya”. Dalam sebuah studi menyebutkan bahwa angka kekambuhan myoma yang telah dilakukan myomektomi dalam 5 tahun sebesar 10% untuk myoma tunggal, dan 25% untuk myoma multiple. Sedangkan angka kekambuhan dalam 10 tahun pada kasus myomektomi tunggal adalah sebesar 27%. Sedangkan jika operasi yang dilakukan adalah histerektomi, angka kekambuhan dapat dikatakan tidak ada.

By | 2016-09-03T06:16:53+00:00 September 25th, 2016|Artikel|Comments Off on Myoma Uteri

About the Author: