Myoma Uteri

Home/Artikel/Myoma Uteri

Myoma Uteri

Myoma uteri atau disebut juga uterine leiomyomas atau fibroids adalah tumor di rongga pelvis yang paling sering terjadi pada wanita. Tumor jinak ini berasal dari otot halus dari rahim. Penyakit ini terjadi pada wanita usia reproduktif dan seringkali mempunyai keluhan pemanjangan atau banyaknya darah menstruasi , kesulitan punya anak (infertilitas) hingga benjolan di perut bawah.

Diagnosa dari myoma uteri dibuat menggunakan pemeriksaan fisik panggul, didapatkan pembesaran rahim dan benjolan di perut bagian bawah. Pemeriksaan ini dikonfirmasi dengan melakukan pemeriksaan ultrasonografi dari panggul yang merupakan standart dari pemeriksaan kandungan. Apabila dirasa perlu untuk mendapatkan gambaran lebih spesifik, dapat dilakukan pemeriksaan MRI yang merupakan modalitas terbaik untuk melihat ukuran dan lokasi dari myoma uteri.

Berapa banyak kejadian myoma uteri? Angka kejadian pasti bervariasi, antara 12 hingga 25% wanita usia subur, tetapi hanya sekitar 5% dari yang memiliki myoma mempunyai keluhan dan membutuhkan terapi, 95% lainnya tidak memiliki keluhan dan tidak memerlukan terapi.

Perkembangan dari myoma uteri sangat bergantung dengan adanya hormon estrogen dari dalam tubuh, pada keadaan tidak adanya hormon estrogen dari dalam tubuh, misalnya pada menopause, maka pertumbuhan myoma uteri akan berhenti.

Apakah pasien dengan myoma uteri dan mempunyai keluhan harus dilakukan operasi? Tidak semua harus dilakukan operasi. Bisa dicoba dilakukan pengobatan konservatif untuk menekan produksi hormon estrogen dalam tubuh untuk menghambat pertumbuhan myoma uteri. Kapan dilakukan operasi? Pengangkatan myoma uteri adalah pilihan utama pada pasien dengan myoma uteri dan didapatkan keluhan infertilitas. Apabila jumlah anak dirasa sudah cukup, maka pilihan utama terapi pada myoma uteri adalah pengangkatan rahim, karena mengangkat myoma saja masih mempunyai resiko kekambuhan apabila pasien masih menstruasi teratur. Selain infertilitas, pasien dengan myoma uteri seringkali mempunyai keluhan perdarahan menstruasi yang banyak juga lama, keluhan lain juga berhubungan dengan besarnya myoma uteri menekan organ di sekitarnya, seperti nyeri perut bawah.

Pilihan utama untuk metode operasi myoma uteri adalah dengan cara laparoskopi, karena keuntungan yang bisa didapat melalui metode ini. Mulai rendahnya rasa nyeri, resiko infeksi, lebih cepatnya pemulihan pasca operasi, hingga estetika yang lebih baik karena irisan yang jauh lebih kecil.

By | 2017-06-02T17:54:27+00:00 September 11th, 2016|Artikel|Comments Off on Myoma Uteri

About the Author: