Pertanyaan Seputar Endometriosis

Home/Artikel/Pertanyaan Seputar Endometriosis

Pertanyaan Seputar Endometriosis

Apa yg dirasakan penderita endometriosis ?

Keluhan dan gejala endometriosis ada 2 (dua) yaitu adanya nyeri dan gangguan kesuburan. Nyeri yang dirasakan penderita endometriosis sangat bervariasi, tetapi nyeri yang paling banyak dirasakan adalah nyeri haid atau nyeri yang berhubungan dengan sekitar haid. Nyeri bisa menjelang haid, saat haid bahkan setelah haid selesai. Jika sudah berat maka nyerinya bisa terjadi di luar haid. Selain itu nyeri bisa terjadi pada saat BAK atau BAB saat haid. Pada awalnya nyeri tersebut hilang dengan sendirinya tanpa obat-obatan, seiring bertambahnya waktu nyeri hilang jika diberi obat-obatan anti nyeri namun  jika bertambah parah maka nyerinya tidak hilang meskipun telah minum obat anti nyeri.

Selain itu endometriosis itu juga dapat menimbulkan gangguan kesuburan. Penderita datang ke klinik kesuburan sering kali tidak ada keluhan nyeri namun saat dilakukan evaluasi kesuburan terdeteksi adanya endometriosis. Gangguan kesuburan akan bertambah parah jika penyakit endometriosis yang dialaminya juga sudah parah.

Oleh karenanya deteksi dini adanya endometriosis  dan pengobatannya yang lebih dini maka akan mencegah terjadinya endometriosis menjadi lebih parah agar tidak terjadi gangguan kesuburan yang lebih parah pada wanita-wanita usia subur yang masih ingin mengharapkan keturunan.

 

Bagaimana tahapan endometriosis ?

Endometriosis terbagi atas 3 katagori yaitu endometriosis ringan, sedang dan berat. Penegakan diagnosa pasti suatu endometriosis ringan tidaklah mudah karena perlu pemeriksaan tindakan pembedahan laparoskopi yang memerlukan biaya, keahlian seorang dokter kandungan dan fasilitas RS yang memadai. Oleh karenanya sering kali terjadi keterlambatan penegakan diagnosa dan keterlambatan penanganan dengan baik, sejak pertama kalinya timbul keluhan nyeri akibat endometriosis pada seorang wanita usia reproduksi. Keterlambatan tersebut di negara2 maju bisa terjadi hingga 5-7 tahun apalagi di negara-negara berkembang seperti di Indonesia tentunya akan lebih lama lagi. JIka penanganan endometriosis sudah terlambat maka keberhasilan penangannya (terutama penanganan kesuburannya) juga semakin sulit.

Oleh karena itu pendeteksian dini dan penanganan lebih dini akan memberikan dampak yang lebih baik dari endometriosis pada seorang wanita.

 

Apakah Endometriosis mempengaruhi kesuburan/fertilitas ?

Endometriosis sangat berpengaruh terhadap kesuburan atau fertilitas seorang wanita. Sekitar 60-70% wanita dengan endometriosis terjadi gangguan kesuburan sehingga sulit untuk bisa hamil. Endometriosis dapat mempengaruhi kualitas sel telur, gangguan implantasi/menempelnya embrio di rongga rahim dan perubahan (distorsi) fungsi  anatomi organ reproduksi penderita. Semakin parah derajat endometriosis seseorang maka semakin sulit untuk penanganan kesuburan seorang penderita endometriosis.

Tidak sedikit penderita endometriosis untuk penangangan masalah kesuburannya diakhiri dengan program hamil melalui Teknologi Reproduksi Berbantu (TRB) seperti inseminasi ataupun bayi tabung. Biaya yang dibutuhkan untuk program hamil tersebut tidaklah murah. Oleh karena itu deteksi dini dan penanganan dini endometriosis akan memperbaiki masalah gangguan kesuburan seorang penderita endometriosis.

 

Apakah bisa dilihat sekilas wanita kena endometriosis ?

Adanya suatu endometriosis  bisa dilihat dari adanya keluhan nyeri haid pada seorang wanita. Nyeri haid tersebut semakin lama semakin tambah parah baik dari segi intensitas nyerinya maupun durasi nyeri haidnya setiap bulannya. Selain itu nyeri juga terjadi jika saat melakukan hubungan sanggama suami-isteri bahkan nyeri juga dapat terjadi saat buang air kecil ataupun buang air besar pada saat haid terjadi. NYeri endometriosis pada umumnya dapat diobati dengan obat-obatan anti nyeri ataupun dikombinasi dengan obat-obatan hormonal untuk penanganan endometriosis. Pembedahan pada endometriosis dilakukan jika pengobatan hormonal endometriosis baik berupa obat minum maupun suntikan tidak respon terhadap keluhan nyeri endometriosis. Pembedahan yang dianjurkan untuk penanganan endometriosis adalah dengan pembedahan laparoskopi. Laparoskopi merupakan pembedahan invasif minimal yang memasukan kamera kecil ke dalam perut melalui sayatan kecil (sekitar 0,5-1cm) di dinding perut. Dengan laparoskopi akan membantu membersihkan endometriosis karena kamera yang dimasukan ada pembesaran objek yang dilihat sekitar 5-10X sehingga endometriosis yang kecil akan terdeteksi dgn laparoskopi. Selain itu perlengketan organ reproduksi pasca laparoskopi lebih minim dibandingkan operasi konvensional/laparotomy sehingga dampak gangguan kesuburan akibat pembedahan bisa diminimalisir dgn laparoskopi.

 

Apakah endometriosis dapat mempengaruhi aspek lain ? Psikologi misalnya?

Nyeri dan gangguan kesuburan karena endometriosis dapat mempengaruhi psikologis maupun akitifitas sehari-hari penderita apalagi jika wanita endometriosis tersebut merupakan wanita karier dan gangguan keutuhan rumah tangganya jika penderitanya sudah menikah. Setiap bulan penderita endometriosis akan mengurangi aktifitas sehari2 di luar rumah karena timbulnya nyeri hebat maka tentunya hal ini akan menurunkan produktifitas penderita endometriosis yang bekerja di luar rumah. Penderita ini akan sering ijin tidak masuk kantor, tidak masuk sekolah akibat nyeri haid yang dialami setiap bulannya.

Selain itu akibat nyeri yang sangat terutama saat hubungan sanggama maka akan menganggu keharmonisan rumah tangga penderita endometriosis selain masalah gangguan keseburan yang tidak mampu memberikan keturunan dalam rumah tangga maka hal ini akan memperparah kondisi keharmonisan keluarga.

By | 2017-06-02T17:54:27+00:00 September 29th, 2016|Artikel|Comments Off on Pertanyaan Seputar Endometriosis

About the Author: