Tahapan Endometriosis dan Penanganannya

Home/Artikel/Tahapan Endometriosis dan Penanganannya

Tahapan Endometriosis dan Penanganannya

Endometriosis adalah jaringan endometrium atau lapisan dinding rahim yang tumbuh diluar rahim. Gejala
awal endometriosis adalah nyeri haid. Rata-rata wanita dengan endometriosis sulit membedakan mana
yang nyeri haid biasa dan mana yang myeri haid gejala endometriosis. Sulitnya membedakan nyeri haid
inilah yang menjadi penyebab endometriosis terlambat ditangani.

Menurut temuan medis, endometriosis disebabkan oleh, ketidak normalan tubuh dalam memproduksi
hormon estrogen. Hormon ini mempunyai fungsi mengatur dan memproduksi sel endometrium.
Endometrium adalah lapisan lapisan dalam rahim sebagai tempat menempelnya ovum yang terbuahi.
Didalam endometrium terdapat pembuluhdarah yang berfungsi menyalurkan zat makanan apabila ovum
telah menempel pada lapisan ini. Pembuluh darah ini akan dengan sendirinya memudar dan keluar dari
rahim, apabila ovum tidak berhasil di buahi. Proses memudar dan keluarnya pembuluh darah ini yang
kita kenal dengan menstruasi. Itu sebabnya kenapa gejala awal endometriosis adalah nyeri haid atau nyeri
saat menstruasi.

Sekecil apapun endometriosis, akan memberikan dampak nyeri haid yang luar biasa sakit. Endometriosis
mempunyai tiga tahapan dalam perkenbanganya, yaitu:

  1. Endometriosis ringan.
    Pada tahapan pertama ini, sel endometrium yang tumbuh diluar rahim dalam jumlah sedikit dan
    berukuran sangat kecil. Pada tahap ini endometriosis akan sangat sulit didiagnosis, dikarenakan
    masih terisolasi.
  2. Endometriosis sedang.
    Pada tahap kedua ini, biasanya endometriosis sudah dapat didiagnosis, karena jaringan
    endometriosis sudah mulai lengket, berukuran sedang dan menonjol. Namun keberhasilan
    diagnosis bergantung pada alat diagnosis yang digunakan. Kami sarankan untuk menggunakan
    diagnosis laparoskopi karena hasil diagnosisnya 90% akurat.
  3. Endometriosis tingkat akhir atau berat.
    Pada tahap ini endometriosis dapat berukuran besar, menyebar pada organ lain seperti lambung,
    usus, dan lain sebagainya, serta dapat terjadi perekatan organ dalam. Apabila sudah terjadi
    endometriosis berat ini, penangananya akan sangat-sangat sulit.
    Endometriosis akan terus berkembang selama wanita mengalami siklus mensruasi, dan dapat tumbuh
    kembali meskipun sudah melakukan operasi. Oleh karena itu, perkembangan endometriosis dapat
    dihentikan dengan cara menopause dini, atau menghentikan siklus mentruasi dini. Menurut dr Hari
    Nugroho SpoG, mengatakan bahwa, pada dasarnya endometriosis tidak akan berkembang lagi apabila
    sudah menopause, karena sudah tidak adalagi hormone estrogen ditubuh wanita tersebut. Apabila seorang
    wanita dengan endometriosis masih mengalami menstruasi atau belum menopause, endometriosis sulit
    dihentikan.

Maka dari itu penanganan endometriosis harus memperhatikan tiga hal yaitu:

  1. Mengatasi nyeri hingga pada level yang dapat ditolerir oleh penderita.
    Endometriosis tingkat awal sangat sulit didiagnosis, namun berdampak pada nyeri haid. Biasanya
    dilevel ini, doctor akan memberikan obat-obatan hormonal dan anti inflamasi, agar rasa nyeri dan pertumbuhan endometriosis dapat dihentikan apabila terjadi.
  2. Memperbaiki fungsi fertilitas atau kesuburannya.
    Langkah medis yang dilakukan harus dapat memperbaiki fungsi rahim sebagai organ fertilitas.
    Sebab endometriosis mempunyai dampak pada kesuburan wanita. Oleh karena itu dibutuhkan penanganan yang tepat agar pasien tetap bisa mempunyai keturunan.
  3. Mencegah timbulnya kembali penyakit ini.
    Dalam langkah pencegahan kembalinya endometriosis pasca operasi, sementara ini ada dua cara, pertama dengan obat-obatan hormonal yang dapat mempengaruhi hormon entrogen pada wanita.

Kedua adalah operasi pengangkatan rahim atau mengangkat kedua organ ovariumnya.
Dalam penanganan endometriosis dibutuhkan waktu yang agak lama, mulai dari proses diagnosis sampai
langkah penceganan tumbuh kembali. Seringkali kasus endomertiosis terlambat didiagnosis, sehingga
langkah penangananya sulit dilakukan. Dinegara-negara maju seperti Amerika Srikat, prancis, jepang, dan
singapura, rata-rata wanita dengan endometriosis bertahan 7-10 tahun. Bayangkan setiap kali haid
menahan rasa nyeri yang sangat menyiksa.

Kenapa bisa terlambat diagnosa?. Sudah kami katakan diawal tadi, keterlambatan diagnose endometriosis
ini, karena wanita dengan endometriosis sulit membedakan nyeri haid biasa dengan nyeri haid gejala
endometriosis, dan akhirnya setelah beberapa tahun baru terdiagnosis menderita endometriosis.
Sebenarnya haid yang normal adalah haid yang tanpa rasa nyeri. Apabila ada wanita mengalami nyeri
haid meskipun dengan intensitas rendah, perlu diwaspadai, apalagi intensitas nyeri haidnya semakin lama
semakin bertambah. Segera periksa kedokter, jangan sampai diri anda korban endometriosis berikutnya.

By | 2018-04-03T16:29:37+00:00 April 3rd, 2018|Artikel|Comments Off on Tahapan Endometriosis dan Penanganannya

About the Author: