Waspada, Nyeri Haid Tidak (selalu) Normal

Home/Artikel/Waspada, Nyeri Haid Tidak (selalu) Normal

Waspada, Nyeri Haid Tidak (selalu) Normal

Haid atau menstruasi merupakan suatu proses alami yang pasti akan dialami oleh wanita dewasa normal, terkadang haid membawa permasalahan sendiri bagi seorang wanita, tersering adalah nyeri haid / dismenorea, pada beberapa wanita nyeri haid ini bahkan dapat mengganggu aktivitas sehari-harinya. Sebuah studi di Amerika Serikat menyebutkan sebanyak 42% wanita usia subur mengalami nyeri haid, dan 50-60% diantaranya bahkan hingga harus istirahat total, karena tidak mampu melakukan aktivitas sehari-harinya akibat nyeri yang berlebihan. Namun banyak wanita yang menganggap bahwa nyeri haid adalah sesuatu hal yang biasa, perlu diketahui bahwa tidak semua nyeri haid adalah hal yang wajar, nyeri haid dapat merupakan suatu tanda atau gejala dari ketidaknormalan organ reproduksi yang dapat berakibat jangka panjang berupa ketidaksuburan/infertilitas.

Haid merupakan suatu proses yang kompleks yang melibatkan organ reproduksi (rahim) dan hormon-hormon. Pada saat haid tubuh wanita menghasilkan suatu zat yang disebut prostaglandin, zat ini memberikan efek terjadinya kontraksi dinding rahim dan penyempitan pembuluh darah di rahim hal inilah yang diduga menyebabkan terjadinya nyeri haid.

 

Kapan dikatakan nyeri haid itu normal?

Nyeri haid yang normal (dismenorea primer), jika muncul sesaat sebelum haid dan berkurang atau menghilang dengan sendirinya dalam 1-3 hari, nyeri haid yang timbul beberapa bulan atau tahun setelah seorang wanita mengalami haid pertama (menarche), dan menghilang setelah melahirkan. Nyeri haid ini tanpa disertai kelainan pada organ reproduksi.

 

Kapan harus diwaspadai nyeri haid abnormal?

Nyeri haid abnormal (dismenorea sekunder) harus diwaspadai jika nyeri timbul 1-2 minggu sebelum menstruasi dan berlangsung terus menerus hingga haid selesai, nyeri tidak membaik setelah mengkonsumsi obat-obatan antinyeri, nyeri ini disebabkan karena adanya gangguan atau kelainan pada organ reproduksi.

Endometriosis adalah salah satu penyebab tersering dari nyeri haid abnormal ini, banyak wanita yang menganggap bahwa nyeri haid ini wajar, sehingga sering diagnosis penyakit ini terlambat ditegakkan, dalam sebuah literature dikatakan keterlambatan diagnosis endometriosis di negara maju mencapai 7 tahun sejak keluhan pertama dirasakan. Efek jangka panjang yang ditimbulkan dari endometriosis ini adalah ketidaksuburan (infertilitas).

Standar baku (gold standard) modalitas diagnosis untuk menegakkan endometriosis adalah tindakan laparoskopi, dengan laparoskopi ini dokter dapat mengevaluasi secara langsung kondisi organ reproduksi bagian dalam dari seorang wanita melalui kamera yang disambungkan ke alat khusus. Dengan tindakan laparoskopi ini dokter sekaligus dapat melakukan tindakan koreksi jika didapatkan kelainan yang lain, misalnya pengangkatan kista, mioma, melepaskan perlengketan organ-organ reproduksi, dll.

Penyakit endometriosis adalah penyakit kronis (menahun), progresif (jika tidak diobati dengan baik akan menjadi lebih parah) serta mudah kambuh, oleh karenanya pengobatan endometriosis ini adalah pengobatan jangka panjang yang harus dikontrol secara kontinyu agar penyakitnya tidak memperburuk kondisi wanita tersebut.

Dengan melakukan deteksi sedini mungkin adanya endometriosis maka akan dapat mencegah kerusakan yang lebih parah pada organ reproduksi wanita akibat penyakit ini terutama bagi wanita yang belum menikah ataupun yang belum punya momongan. Penanganannya akan menjadi sulit jika penyakit endometriosis ini terlambat pencegahannya, terlambat penegakan diagnosanya dan terlambat penanganannya.

Jangan anggap remeh nyeri haid pada seorang wanita terutama yang masih belum punya momongan !!

By | 2017-06-02T17:54:27+00:00 September 2nd, 2016|Artikel|692 Comments

About the Author: